Pengadaan dan Pemasangan Instalasi Gas Medis Oksigen Rumah Sakit Ibu dan Anak “ESTO EBHU”, Sumenep
RSIA Esto Ebhu Sumenep adalah Rumah Sakit Ibu dan Anak kelas C yang memberikan layanan perinatologi, NICU/ICU, anestesi, obstetri & ginekologi, serta rawat inap.
Untuk menunjang keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan medis, terutama di ruang kritis seperti ICU, NICU, ruang operasi, ruang bersalin dan perinatologi, diperlukan instalasi gas medis oksigen yang aman, memenuhi standar, andal, dan mencukupi kapasitasnya.
1. Dasar Hukum dan Standar Referensi
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Penggunaan Gas Medik dan Vakum Medik pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Sarana Medical
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1439/Menkes/SK/XI/2002 tentang Penggunaan Gas Medis pada Sarana Pelayanan Kesehatan.
BPK Regulations
Standar teknis material dan instalasi seperti pipa tembaga medis, sambungan brazing/las perak, sistem alarm tekanan, outlet standar medis.
2. Ruang Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan meliputi, tetapi tidak terbatas pada:
3.1 Pengadaan Material & Komponen
Sumber oksigen: manifold tabung oksigen dan/atau sistem tank liquid oksigen jika diperlukan.
Pipa tembaga medis (seamless) sesuai standar (ASTM atau standar Indonesia yang setara).
Fittings, elbow, tee, reducers, unions, dll.
Katup utama (main valve), zone valves, dan shut‐off valves pada tiap zona.
Outlet oksigen medis di titik‐titik ruang perawatan: ICU dengan dan tanpa ventilator, NICU, ruang operasi, ruang bersalin, ruang perinatologi, ruang rawat inap, IGD.
Alat pengukur tekanan (pressure gauge) pada sumber dan distribusi.
Flow meters, regulator, humidifier (jika diperlukan).
Sistem alarm gas medis (pressure low/high), termasuk display di nurse station.
Filter penyaring di sumber.
Bracket, penopang pipa, penanda (kode warna, arah aliran).
3.2 Pemasangan dan Instalasi
Memasang sistem pusat oksigen (manifold) di lokasi yang aman dan mudah dijangkau, idealnya di lantai dasar.
Distribusi pipa dari sumber ke setiap outlet sesuai layout rumah sakit.
Pemasangan outlet di tiap ruangan yang ditetapkan.
Pengaturan zone valve untuk memisahkan area‐area penting (misalnya: ruang operasi, ICU).
Instalasi alarm tekanan serta indikator di sumber dan distribusi utama.
Proteksi keamanan: jalur pipa, katup darurat, ventilasi ruangan instalasi gas, penanganan kebakaran.
3.3 Pengujian & Sertifikasi
Leak test (uji kebocoran) pada seluruh instalasi pipa.
Uji aliran oksigen & tekanan di masing‐masing outlet.
Verifikasi kualitas oksigen (kemurnian ≥ standar).
Sertifikasi laik operasi dari lembaga yang berwenang.
3.4 Pemeliharaan & Pelatihan
Penyerahan dokumen instalasi (gambar, spesifikasi, kapasitas, manual operasi).
Pelatihan bagi teknisi rumah sakit dalam pemeliharaan rutin dan tindakan darurat.
Jadwal pemeliharaan berkala.
4. Spesifikasi Teknis
Berikut adalah beberapa spesifikasi teknis minimum:
Komponen Spesifikasi Minimum
Pipa distribusi Tembaga seamless, degreased, standar medis (misalnya ASTM B819 atau setara)
Sambungan Brazing atau las perak, bukan solder biasa
Outlet Outlet oksigen standar medis, kode warna hijau, dengan pressure relief jika diperlukan
Pressure gauge Toleransi ± 5 %, jelas terbaca
Alarm gas Indikator tekanan rendah/hilangnya aliran, letak di nurse station dan dekat dengan man‐valve utama
Kualitas oksigen Kemurnian minimal sesuai standar Permenkes (biasanya ≥ 99,5 %)
5. Lokasi dan Titik Pemasangan
Berdasarkan data RSIA Esto Ebhu:
SIRS
IGD / Gawat Darurat (24 jam)
ICU dengan ventilator (2 tempat tidur) dan tanpa ventilator
NICU dengan dan tanpa ventilator
Perinatologi
Ruang Operasi
Ruang Bersalin
Ruang Rawat Inap (kelas I, II, III)
Ruang isolasi
Ruang Sterilisasi / CSSD jika menggunakan oksigen medis atau vacuum medis
6. Kapasitas dan Perhitungan Kebutuhan
Perhitungkan estimasi jumlah outlet yang dibutuhkan berdasarkan jumlah tempat tidur per ruang kritis dan ruang perawatan umum.
Hitung konsumsi oksigen maksimal (flow rate outlet × jumlah outlet × jam penggunaan).
Pastikan sumber oksigen dan manifold memiliki cadangan cukup agar tidak terganggu jika satu sumber habis.
7. Pengawasan Dan Penjaminan Mutu
Pihak kontraktor harus memiliki pengalaman dalam instalasi gas medis dan bersertifikat.
Adanya pengawas teknis dari RSIA dan / atau pihak ketiga yang kompeten.
Audit mutu instalasi sesuai standar Permenkes.
8. Dokumen Output
Gambar desain instalasi lengkap (layout, jalur pipa, outlet, man‐valve).
Spesifikasi material dan sertifikat kualitas.
Hasil pengujian (leak test, aliran, tekanan).
Sertifikat laik operasi.
Manual operasional dan pemeliharaan.
Untuk menunjang keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan medis, terutama di ruang kritis seperti ICU, NICU, ruang operasi, ruang bersalin dan perinatologi, diperlukan instalasi gas medis oksigen yang aman, memenuhi standar, andal, dan mencukupi kapasitasnya.
1. Dasar Hukum dan Standar Referensi
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Penggunaan Gas Medik dan Vakum Medik pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Sarana Medical
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1439/Menkes/SK/XI/2002 tentang Penggunaan Gas Medis pada Sarana Pelayanan Kesehatan.
BPK Regulations
Standar teknis material dan instalasi seperti pipa tembaga medis, sambungan brazing/las perak, sistem alarm tekanan, outlet standar medis.
2. Ruang Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan meliputi, tetapi tidak terbatas pada:
3.1 Pengadaan Material & Komponen
Sumber oksigen: manifold tabung oksigen dan/atau sistem tank liquid oksigen jika diperlukan.
Pipa tembaga medis (seamless) sesuai standar (ASTM atau standar Indonesia yang setara).
Fittings, elbow, tee, reducers, unions, dll.
Katup utama (main valve), zone valves, dan shut‐off valves pada tiap zona.
Outlet oksigen medis di titik‐titik ruang perawatan: ICU dengan dan tanpa ventilator, NICU, ruang operasi, ruang bersalin, ruang perinatologi, ruang rawat inap, IGD.
Alat pengukur tekanan (pressure gauge) pada sumber dan distribusi.
Flow meters, regulator, humidifier (jika diperlukan).
Sistem alarm gas medis (pressure low/high), termasuk display di nurse station.
Filter penyaring di sumber.
Bracket, penopang pipa, penanda (kode warna, arah aliran).
3.2 Pemasangan dan Instalasi
Memasang sistem pusat oksigen (manifold) di lokasi yang aman dan mudah dijangkau, idealnya di lantai dasar.
Distribusi pipa dari sumber ke setiap outlet sesuai layout rumah sakit.
Pemasangan outlet di tiap ruangan yang ditetapkan.
Pengaturan zone valve untuk memisahkan area‐area penting (misalnya: ruang operasi, ICU).
Instalasi alarm tekanan serta indikator di sumber dan distribusi utama.
Proteksi keamanan: jalur pipa, katup darurat, ventilasi ruangan instalasi gas, penanganan kebakaran.
3.3 Pengujian & Sertifikasi
Leak test (uji kebocoran) pada seluruh instalasi pipa.
Uji aliran oksigen & tekanan di masing‐masing outlet.
Verifikasi kualitas oksigen (kemurnian ≥ standar).
Sertifikasi laik operasi dari lembaga yang berwenang.
3.4 Pemeliharaan & Pelatihan
Penyerahan dokumen instalasi (gambar, spesifikasi, kapasitas, manual operasi).
Pelatihan bagi teknisi rumah sakit dalam pemeliharaan rutin dan tindakan darurat.
Jadwal pemeliharaan berkala.
4. Spesifikasi Teknis
Berikut adalah beberapa spesifikasi teknis minimum:
Komponen Spesifikasi Minimum
Pipa distribusi Tembaga seamless, degreased, standar medis (misalnya ASTM B819 atau setara)
Sambungan Brazing atau las perak, bukan solder biasa
Outlet Outlet oksigen standar medis, kode warna hijau, dengan pressure relief jika diperlukan
Pressure gauge Toleransi ± 5 %, jelas terbaca
Alarm gas Indikator tekanan rendah/hilangnya aliran, letak di nurse station dan dekat dengan man‐valve utama
Kualitas oksigen Kemurnian minimal sesuai standar Permenkes (biasanya ≥ 99,5 %)
5. Lokasi dan Titik Pemasangan
Berdasarkan data RSIA Esto Ebhu:
SIRS
IGD / Gawat Darurat (24 jam)
ICU dengan ventilator (2 tempat tidur) dan tanpa ventilator
NICU dengan dan tanpa ventilator
Perinatologi
Ruang Operasi
Ruang Bersalin
Ruang Rawat Inap (kelas I, II, III)
Ruang isolasi
Ruang Sterilisasi / CSSD jika menggunakan oksigen medis atau vacuum medis
6. Kapasitas dan Perhitungan Kebutuhan
Perhitungkan estimasi jumlah outlet yang dibutuhkan berdasarkan jumlah tempat tidur per ruang kritis dan ruang perawatan umum.
Hitung konsumsi oksigen maksimal (flow rate outlet × jumlah outlet × jam penggunaan).
Pastikan sumber oksigen dan manifold memiliki cadangan cukup agar tidak terganggu jika satu sumber habis.
7. Pengawasan Dan Penjaminan Mutu
Pihak kontraktor harus memiliki pengalaman dalam instalasi gas medis dan bersertifikat.
Adanya pengawas teknis dari RSIA dan / atau pihak ketiga yang kompeten.
Audit mutu instalasi sesuai standar Permenkes.
8. Dokumen Output
Gambar desain instalasi lengkap (layout, jalur pipa, outlet, man‐valve).
Spesifikasi material dan sertifikat kualitas.
Hasil pengujian (leak test, aliran, tekanan).
Sertifikat laik operasi.
Manual operasional dan pemeliharaan.